SEJARAH COFFEE DI INDONESIA
SEJARAH COFFEE DI INDONESIA
Nama :
Rachma Aulia
Kelas :
2KA26
NPM :
14117811
Sejarah kopi
Banyak
orang menyangka kopi adalah komoditi asli Indonesia, padahal kopi bukan tanaman
asli Indonesia. Tanaman kopi berasal dari Ethiopia yang kemudian
disebarkan oleh orang-orang Arab hingga menembus pasar Eropa dan Asia.
Kopi masuk ke Indonesia pada saat masa kolonial Belanda yang menjajah dan
melancarkan Sistem Tanam Paksa.
1. Masuknya Belanda Ke Indonesia
Sejarah kopi di Indonesia bermula pada tahun 1696. Pada saat
itu, Belanda atas nama VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) mendarat
di Jawa membawa kopi dari Malabar, India. Kopi yang pertama kali dibawa itu merupakan
jenis arabika. Perkembangan budidaya yang cepat membuat Belanda
membuka ladang-ladang baru di Sumatera, Sulawesi, Bali, Timor, dan pulau-pulau lainnya di Hindia Belanda yang saat ini dikenal
sebagai Indonesia.
Pada tahun 1700-an, kopi menjadi komoditas
andalan VOC. Penjualan biji kopi dari Hindia Belanda (Indonesia) meledak hingga
melebihi ekspor dari Mocha, Yaman ke beberapa negara di Eropa. Belanda pun
memonopoli pasar kopi dunia pada waktu itu.2. Robutsa Menggantikkan Arabika Sebagai Komoditas Utama
Tahun
1876, hama Karat Daun menyerang hampir seluruh perkebunan kopi di Indonesia.
Belanda kemudian mendatangkan jenis kopi lain, yaitu liberika. Namun, nasibnya
sama, habis diserang karat daun.
Serangan hama tidak membuat Belanda kehilangan akal.
Pada tahun 1900, mereka mendatangkan jenis kopi robusta yang lebih mudah
perawatannya serta lebih tahan terhadap hama3.Kebangkitan Perkebunan Kopi Di Indonesia
Pascakemerdekaan, setelah pemerintah Hindia Belanda
meninggalkan Indonesia, laju perkebunan kopi pun sedikit terhambat. Namun,
berkat kegigihan para petani dan nasionalisasi perkebunan eks pemerintahan
Hindia Belanda, akhirnya perkebunan kopi lambat laun mulai bangkit dan
berkembang.
Novel tersebut berkisah tentang seorang pedagang kopi
dan sekaligus kritik terhadap kesewenang-wenangan pemerintahan Hindia Belanda
terhadap rakyat. Oleh karena peran novel itu, maka ada salah satu produk coffee
blend dari Indonesia yang menggunakan kata Havelaar sebagai nama produknyaPerkembangan Budaya Minum Kopi
Seiring berkembangnya zaman, budaya minum kopi pun berkembang. Setidaknya ada tiga gelombang yang menunjukkan jenis-jenis minuman kopi yang populer di dunia. Pada sebuah artikel di Wrecking Ball Coffee Roasters tahun 2002, Trish Rothgeb mendefinisikan ada tiga pergerakan dalam dunia kopi. Ia menyebutnya dengan istilah gelombang atau waves
1. Gelombang 1
Gelombang pertama dikenal dengan sebutan First Wave Coffee. Berawal di tahun 1800-an di mana kopi disiapkan untuk harga yang terjangkau dan mudah disajikan. Kopi instan sangat mudah diterima masyarakat karena tak memerlukan alat yang ribet. Bahkan digunakan pula oleh para tentara pada Perang Dunia Pertama tahun 1917 sebagai minuman sehari-hari
2.Gelombang 2
Munculnya gelombang kedua atau dikenal dengan Second Wave Coffee ini dikarenakan kopi instan dianggap buruk. Para peminum kopi menginginkan kopi yang nikmat serta pengetahuan tentang apa yang mereka minum itu. Boleh dibilang, gelombang ini merupakan kritik terhadap kopi instan pada gelombang pertama. Era ini bermula tahun 1960-an dan kemudian mulai dikenal istilah-istilah dan sajian-sajian minuman kopi yang baru
3.Gelombang 3
Istilah Third Wave Coffee muncul pada awal tahun 2000-an. Kemunculannya bersamaan dengan munculnya istilah First Wave dan Second Wave dalam pemetaan budaya minum kopi masyarakat dunia. Gelombang ketiga atau Third Wave Coffee ini ditandai dengan mulai tertariknya para peminum kopi terhadap perjalanan kopi sejak dipanen hingga tersaji menjadi sebuah minuman. Orang-orang mulai merasa bahwa secangkir kopi memiliki cultural experience yang panjang dan sarat makna
Pada fase ini, muncul
istilah origin, di mana digunakan sebagai identitas daerah atau
kebun tempat jenis kopi tersebut tumbuh. Hal ini dilakukan agar kopi-kopi bisa
lebih dikenali secara spesifik karena satu varietas kopi bisa melahirkan
varietas dan cita rasa yang berbeda jika ditanam di daerah yang berbeda.
Bukan sekedaar Minuman, Melaikan
Kisah Peminumnya
Hampir di semua tempat, orang-orang menghadirkan
kopi sebagai pelengkap beraktivitas. Mulai dari bangun pagi, di tengah-tengah
pekerjaan, hingga pada saat bercakap hangat dengan kawan atau
kolega. Mungkin orang zaman dahulu tak menyangka tanaman misterius ini
bisa menjelma jadi minuman yang populer sejagat raya.
Jenis Tanaman Kopi
1. ArabikaCoffee arabica atau yang biasa dikenal dengan arabika adalah kopi pertama yang ditemukan di Ethiopia dan oleh bangsa Arab disebarkan ke penjuru dunia. Nama arabika kemudian digunakan karena peran bangsa Arab dalam menyebarkan biji kopi tersebut. Tanaman arabika dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 1.000-2.000 meter dari permukaan laut. Pada dataran yang lebih rendah, tanaman ini sebenarnya masih bisa tumbuh. Ciri khas kopi arabika adalah rasanya yang asam dan warna seduhan yang tidak terlalu kental. Jenis kopi arabika adalah yang paling diminati karena bisa menghasilkan beberapa varietas dengan aroma yang unik dan berbeda-beda. Di Indonesia sendiri, kita bisa menemukan dan menikmati berbagai varietas arabika, mulai dari Aceh hingga Papua.
Harganya pun lebih mahal karena perawatan tanaman arabika lebih sulit dibanding robusta. Sekitar 70% dari produksi kopi di dunia adalah jenis arabika
2. Robutsa
Tanaman kopi robusta ini bernama latin Coffea canephora var. robusta dan dipercaya pertama kali ditemukan di Kongo. Setidaknya ada dua varietas utama Coffea canephora, yaitu robusta dan nganda. Namun, di antara keduanya, robustalah yang lebih populer sehingga namanya sering digunakan untuk menyebut canephora. Indonesia termasuk penghasil kopi robusta terbesar setelah Vietnam dan Brazil dalam perdagangan global. Lebih dari 80% perkebunan di Indonesia ditanami robusta. Tanaman kopi robusta dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-900 atau idealnya 400-800 meter dari permukaan laut. Suhu rata-rata yang dibutuhkan untuk tumbuh adalah sekitar 24-30 °C dengan curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun
3. Liberika
Coffee liberica atau kopi liberika pertama ditemukan di negara Liberia. Banyak orang beranggapan bahwa tanaman ini berasal dari daerah tersebut. Padahal liberika juga ditemukan tumbuh liar di daerah Afrika lainnya. Penyusutan bobot ketika dipanen ini tentu kurang disukai oleh para petani. Ongkos panen menjadi lebih mahal. Meskipun masih dibudidayakan di beberapa daerah, tingkat produksi liberika adalah yang paling rendah dari jenis lainnya. Produksi liberika kiranya hanya sekitar 1-2% dari produksi kopi dunia. Ada satu varian kopi liberika populer yang pada mulanya dianggap sebagai satu spesies sendiri, yaitu excelsa. Seorang botanis asal Prancis, Jean Paul Antoine Lebrun mengklasifikasikan excelsa sebagai salah satu varietas dari liberika
https://www.sasamecoffee.com/kopipedia/sejarah-dan-jenis-kopi/


Komentar
Posting Komentar