ISACA, IIA, COSO, DAN ISO 1799- AUDIT SISTEM INFORMASI

Nama   : Rachma Aulia

Kelas   : 4KA26

NPM   : 14117811

STANDART SERTA PANDUAN AUDIT SISTEM INFORMASI

ISACA, IIA, COSO, DAN ISO 1799

1. Standart Audit ISACA
    ISACA adalah suatu organisasi profesi internasional di bidang tata kelola teknologi informasi yang didirikan di Amerika Serikat pada tahun 1967. Awalnya dikenal dengan nama lengkap Information Systems Audit and Control Association, saat ini ISACA hanya menggunakan akronimnya untuk merefleksikan cakupan luasnya di bidang tata kelola teknologi informasi.
    ISACA didirikan oleh individu yang mengenali kebutuhan untuk sumber informasi terpusat dan bimbingan dalam bidang tumbuh kontrol audit untuk sistem komputer. Hari ini, ISACA memiliki lebih dari 115.000 konstituen di seluruh dunia dan telah memiliki kurang lebih 70.000 anggota yang tersebar di 140 negara. Anggota ISACA terdiri dari antara lain auditor sistem informasi, konsultan, pengajar, profesional keamanan sistem informasi, pembuat perundangan, CIO, serta auditor internal. Jaringan ISACA terdiri dari sekitar 170 cabang yang berada di lebih dari 60 negara, termasuk di Indonesia.
  Menurut ISACA, pemegang gelar CISA mempunyai competitive advantage dengan memastikan bahwa:
1.  Audit sistem informasi dilakukan sesuai dengan standar, panduan, dan best practises terkait
2. Suatu perusahaan melaksanakan tata-kelola teknologi informasi (corporate governance of IT)
3. Manajemen atas sistem dan infrastruktur IT (systems and infrastructure life cycle management) dilakukan sesuai dengan tujuan perusahaan
4. Arsitektur keamanan didesain untuk menjaga prinsip kerahasiaan (confidentiality),integritas (integrity),dan ketersediaan (availability) atas information assets

2. Standart Auduit IIA
    Pada bulan Oktober 2016, IIA global resmi merilis revisi Standar International Praktik Profesional Audit Internal (Standar) atau dikenal dengan sebutan International Standards for the Professional Practice of Internal Auditing yang mulai berlaku per Januari 2017 
    Panduan IAA :  International Professional Practices Framework / IPP 
    Konsepsi Standar Pada bagian pendahuluan Standar (IIA, 2016), kita bisa menemukan definisi dari Standar, yaitu sekumpulan persyaratan wajib (mandatory) yang berbasis lebih pada prinsip, yang terdiri dari:
    1. Memandu kepatuhan terhadap elemen wajib dari kerangka kerja praktik profesional audit internal yang berlaku secara internasional
    2. Memberikan suatu kerangka kerja dalam melaksanakan dan meningkatkan nilai tambah audit internal secara luas
    3. Menetapkan dasar untuk mengevaluasi kinerja audit internal
    4. Mendorong peningkatan proses dan operasional organisasi

3. Standart Audit COSO
    Pengendalian intern yang penggunaanya mencangkup tujuan pengendalian pelaporan keuangan dan proses operasional dalam konteks organisasional, sehingga perbaikkan dan control dapat dilakukan secara menyeluruh adapun The Comitte of Sponsoring Organizations of the treadway commission’s (COSO) dibentuk pada tahun 1985 sebagai alinasi dari 5 (lima) organisasi professional. Organisasi tersebut terdiri dari American Accounting Association, American Instititue of Certified Public Accountants, Financial Executives International, Instititute of Management Accountants, dan The Institute of Internal Auditors. 
    Secara garis besar, COSO menghadirkan suatu kerangka kerja yang integral terkait dengan definisi pengendalian intern, komponen-komponennya, dan kriteria pengendalian intern yang dapat dievaluasi. Pengendalian internal terdiri dari 5 komponen yang saling berhubungan. Komponen-komponen tersebut memberikan kerangka kerja yang efektif untuk menjelaskan dan menganalisa sistem pengendalian internal yang diimplementasikan dalam suatu organisasi
    Komponen-komponen tersebut, adalah sebagai berikut :
    1.  Lingkungan pengendalian
    2. Penilaian resiko
    3. Aktifitas pengendalian
    4. Informasi dan komunikasi
    5. Pemantauan

4. Standart Audit ISO 1799
    Menghadirkan sebuah standar untuk sistem manajemen keamanan informasi yang meliputi dokumen kebijakan keamanan informasi, alokasi keamanan informasi tanggung jawab menyediakan semua pemakai dengan pendidikan dan pelatihan di dalam keamanan informasi, mengembangkan suatu sistem untuk laporan peristiwa keamanan, memperkenalkan virus kendali, mengembangkan suatu rencana kesinambungan bisnis, mengikuti kebutuhan untuk pelindungan data, dan menetapkan prosedur untuk mentaati kebijakan keamanan
    Apa sih itu ISO 1799:
    1. ISO 1799 merupakan suatu struktur dan rekomendasi pedoman yang diikuti secara internasional untuk keamanan informasi.
    2. Suatu proses keamanan informasi yang menyeluruh untuk dapat diusahakan atau di implementasikan bagi perusahaan agar memperoleh manfaat keamanan yang diinginkan
    3. Proses Evaluasi, implemetasi, pemeliharaan dan pengaturan keamanan informasi yang singkat.
    4. Upaya penggunaan oleh konsorium (Pembiayaan bersama ) perusahaan untuk memenuhi kebutuhan industri
    5. ISO 1799 merupakan proses yang seimbang antara fisik, keamanan secara teknikal dan prosedur, serta keamanan pribadi

    Isi dari ISO 1799 adalah:
    1. 10 control clause ( 10 Pasal Pengamantan )
    2. 36 control objective ( 36 objek / sasaran pengamanan )
    3. 127 control security ( 127 pengawasan keamanan )

http://jamilalarasati12.blogspot.com/2018/10/tugas-3-jelaskan-standar-dan-panduan.html

http://hafidinteristi.blogspot.com/2017/10/jelaskan-standar-dan-panduan-untuk.html

http://gelasdingin.blogspot.com/2019/10/standart-serta-panduan-pada-audit.html

Komentar