REVIEW KISAH NYATA MALIN KUNDANG
REVIEW KISAH NYATA MALIN KUNDANG
Nama :
Rachma Aulia
Kelas :
2KA26
NPM :
14117811
MALIN
KUNDANG ANAK DURHAKA DISUMPAH JADI BATU
Kisah Malin Kundang si anak durhaka merupakan legenda Terkenal yang
berasal dari sumatera barat. Kisah ini menceritakan bagaimana seorang anak yang
indak menganggap seorang ibu sehingga di kutuk menjadi batu oleh ibunya
sendiri. Konon Bentuk batu yang ada di Pantai air manis, kota Padang, Sumatera
Barat merupakan sisa-sisa peninggalan kapal Malin Kundang dan bentuk batu
seperti orang yang sedang bersujud merupakan si malin kundang.
Maka tinggallah si Malin dan ibunya di gubug mereka. Seminggu, dua
minggu, sebulan, dua bulan bahkan sudah 1 tahun lebih lamanya, ayah Malin tidak
juga kembali ke kampung halamannya. Sehingga ibunya harus menggantikan posisi
ayah Malin untuk mencari nafkah. Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit
nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika
Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena
batu.
Awalnya, Ibu Malin Kundang kurang setuju, mengingat suaminya juga tidak
pernah kembali setelah pergi merantau. Akan tetapi, Malin tetap bersikeras,
sehingga akhirnya dia rela melepas Malin pergi merantau dengan menumpang kapal
seorang saudagar. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang
ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Karena
kecerdasannya, Malin dengan cepat menangkap apa saja pelajaran yang di
dapatkannya tersebut. Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin
Kundang di serang oleh bajak laut.
Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh
bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal
tersebut, dibunuh oleh para bajak laut. Beruntung Malin Kundang ketika kejadian
itu berlangsung, sempat bersembunyi pada sebuah ruang kecil yang tertutup oleh
kayu, sehingga Malin pun lolos dan tidak dibunuh oleh para bajak laut.
Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang
ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan tenaga yang tersisa, Malin
Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Desa tempat Malin
terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam
bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya dari hasil
usahanya tersebut. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang
jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang
akhirnya mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.
Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran
disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin yang melihat
kedatangan kapal itu ke dermaga, memperhatikan dua orang yang sedang berdiri di
atas geladak kapal. Ia yakin, kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya
Malin Kundang beserta istrinya. Ibu Malin pun menuju ke arah kapal. Setelah
cukup dekat, ibunya melihat bekas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin
yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. “Malin Kundang,
anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar, nak?” katanya
sambil memeluk Malin Kundang.
Ia
tidak menduga anaknya menjadi anak yang sombong dan durhaka. Karena
kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menyumpah anaknya, “Oh Tuhan, kalau benar
ia anakku, aku sumpahi dia menjadi batu!” Tidak berapa lama kemudian dari
kejadian itu, Malin Kundang kembali pergi berlayar meninggalkan ibunya yang
penuh dengan duka dan amarah. Dan ketika ditengah perjalanan, maka datanglah
badai dahsyat dan menghancurkan kapal Malin Kundang.
Setelah itu,
tubuh Malin Kundang pun secara perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya
berbentuk menjadi sebuah batu karang. Tuhan telah mengabulkan doa ibu Malin
Kundang yang telah sangat berduka karena kedurhakaan anaknya
Pelajaran yang dapat
kita petik dari kisah diatas adalah bagaimanapun keadaan kita janganpernah
melupakan jasa orang tua, karena jasa orang tua kepada kita tidak akan dapat
kita balas walaupun kita telah mengumpulkan seluruh emas di dunia tetap kita
tidak akan pernah mampu untuk membalas jasa orang tua. Semoga kisah diatas
dapat menjadi pelajaran untuk kita semua.
Review Cerita tersebut adalah :
1. Malin kundang adalah
anak yang durhaka, tidak mengenal ibunya setelah dia sudah menjadi orang kaya
yang sombong
2. Ia mempunyai segalanya
yang dia inginkan sejak remaja,dan pada saat membajak laut, semua barangnya di
rampas
3. Mempunyai istri yang
cantik
4. Malin kundang pada
akhirnya di kutuk oleh ibunya menjadi batu


Komentar
Posting Komentar