PERANG DUNIA II
PERANG DUNIA II
Nama : Rachma Aulia
Kelas : 2KA26
NPM : 14117811
Perang Dunia II atau Perang Dunia Kedua
(biasa
disingkat menjadi PDII atau PD2) adalah
sebuah perang global yang
berlangsung mulai tahun 1939 sampai 1945. Perang ini melibatkan banyak sekali
negara di dunia —termasuk semua kekuatan besar—yang pada akhirnya membentuk dua
aliansi militer yang saling
bertentangan: Sekutu dan Poros. Perang ini merupakan perang terluas dalam
sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan militer. Dalam keadaan "perang total", negara-negara besar
memaksimalkan seluruh kemampuan ekonomi, industri, dan ilmiahnya untuk
keperluan perang, sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan
militer.
Kekaisaran Jepang berusaha mendominasi Asia Timur dan sudah memulai perang dengan Republik
Tiongkok pada tahun 1937,[2] tetapi perang dunia secara
umum pecah pada tanggal 1 September 1939 dengan invasi ke Polandia oleh Jermanyang diikuti serangkaian pernyataan perang
terhadap Jerman oleh Prancis dan Britania. Sejak akhir 1939 hingga awal 1941,
dalam serangkaian kampanye dan perjanjian, Jerman membentuk aliansi Poros
bersama Italia, menguasai atau
menaklukkan sebagian besar benua Eropa. Setelah Pakta Molotov–Ribbentrop, Jerman dan Uni
Soviet berpisah dan menganeksasi wilayah negara-negara tetangganya sendiri di
Eropa, termasuk
Polandia.
Serbuan
Poros berhenti pada tahun 1942, setelah Jepang kalah dalam berbagai pertempuran
laut dan tentara Poros Eropa dikalahkan di Afrika
Utara dan Stalingrad. Pada tahun
1943, melalui serangkaian kekalahan Jerman di Eropa Timur, invasi Sekutu ke Italia,
dan kemenangan Amerika Serikat di Pasifik, Poros kehilangan inisiatif mereka
dan mundur secara strategis di semua front. Tahun 1944, Sekutu Barat menyerbu Prancis, sementara Uni
Soviet merebut kembali semua teritori yang pernah dicaplok dan menyerbu Jerman
beserta sekutunya.
Perang
Dunia II mengubah haluan politik dan struktur sosial dunia. Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) didirikan untuk memperkuat kerja sama
internasional dan mencegah konflik-konflik yang akan datang. Para kekuatan
besar yang merupakan pemenang perang—Amerika Serikat, Uni Soviet, Tiongkok,
Britania Raya, dan Prancis—menjadi anggota tetap Dewan
Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.[3] Uni Soviet dan Amerika Serikat
muncul sebagai kekuatan super yang saling bersaing dan mendirikan
panggung Perang Dunia yang kelak
bertahan selama 46 tahun selanjutnya. Sementara itu, pengaruh kekuatan-kekuatan
besar Eropa mulai melemah, dan dekolonisasi Asia dan Afrika dimulai.
Kronologi
Awal
terjadinya perang umumnya disetujui pada tanggal 1 September 1939, dimulai
dengan invasi Jerman ke
Polandia; Britania dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman dua
hari kemudian. Tanggal lain mengenai awal perang ini adalah dimulainya Perang
Tiongkok-Jepang Kedua pada 7 Juli 1937.
Lainnya
mengikuti sejarawan Britania Raya A.
J. P. Taylor, yang percaya bahwa Perang Tiongkok-Jepang dan perang di
Eropa beserta koloninya terjadi bersamaan dan dua perang ini bergabung pada
tahun 1941. Artikel ini memakai penanggalan konvesional. Tanggal-tanggal awal
lainnya yang sering dipakai untuk Perang Dunia II juga meliputi invasi
Italia ke Abisiniapada tanggal 3 Oktober 1935.
Latar Belakang
Kekaisaran
Jerman bubar melalui Revolusi
Jerman 1918–1919 dan sebuah pemerintahaan demokratis yang kemudian
dikenal dengan nama Republik Weimar dibentuk. Periode antarperang
melibatkan kerusuhan antara pendukung republik baru ini dan penentang garis
keras atas sayap kanan maupun kiri. Walaupun Italia
selaku sekutu Entente berhasil merebut sejumlah wilayah, kaum nasionalis Italia
marah mengetahui janji-janji Britania
dan Prancis yang menjamin masuknya Italia ke kancah perang tidak dipenuhi
dengan penyelesaian damai.
Adolf Hitler, setelah upaya gagal menggulingkan pemerintah Jerman tahun 1923,
menjadi Kanselir Jerman pada
tahun 1933. Ia menghapus demokrasi, menciptakan revisi orde baru
radikal dan rasis, dan segera memulai kampanye
persenjataan kembali. Sementara itu, Prancis, untuk melindungi
aliansinya, memberikan
Italia kendali atas Ethiopia yang diinginkan Italia sebagai jajahan
kolonialnya. Situasi ini memburuk pada awal 1935 ketika Teritori
Cekungan Saar dengan sah bersatu kembali dengan Jerman dan Hitler
menolak Perjanjian Versailles, mempercepat program persenjataan kembalinya dan
memperkenalkan wajib militer.
Invasi Italia ke Ethiopia (1935)
Perang
Italia-Abisinia Kedua adalah perang
kolonial singkat mulai bulan Oktober 1935 sampai Mei 1936.
Perang ini terjadi antara angkatan bersenjata Kerajaan Italia (Regno d'Italia) dan
angkatan bersenjata Kekaisaran Ethiopia (juga disebut Abisinia). Perang ini berakhir dengan pendudukan militer di Ethiopia
dan aneksasinya ke koloni
baru Afrika Timur Italia(Africa
Orientale Italiana, atau AOI); selain itu, perang ini membuka
kelemahan Liga Bangsa-Bangsa sebagai
kekuatan pelindung perdamaian. Baik Italia dan Ethiopia adalah negara anggota,
tetapi Liga ini tidak berbuat apa-apa ketika negara pertama jelas-jelas
melanggar Artikel X yang dibuat oleh Liga ini.
Perang Saudara
Spanyol (1936-39)
Jerman
dan Italia memberi dukungan kepada para
pemberontak Nasionalis yang dipimpin Jenderal Francisco Franco di Spanyol. Uni Soviet
mendukung pemerintah yang sudah berdiri, Republik Spanyol, yang memiliki
kecenderungan sayap kiri. Baik Jerman dan Uni Soviet memakai perang proksi ini sebagai kesempatan menguji
senjata dan taktik baru mereka. Pengeboman Guernica yang
disengaja oleh Legiun Condor Jerman pada
April 1937 berkontribusi pada kekhawatiran bahwa perang besar selanjutnya akan
melibatkan serangan bom teror besar-besaran terhadap warga sipil.
Invasi Jepang ke
Tiongkok (1937)
Pada
bulan Juli 1937, Jepang mencaplok bekas ibu kota kekaisaran Tiongkok
Beijing setelah memulai Insiden
Jembatan Marco Polo, yang menjadi batu pijakan kampanye Jepang untuk menjajah
seluruh wilayah Tiongkok. Uni Soviet segera
menandatangani pakta
non-agresi dengan Tiongkok untuk memberi dukungan material yang secara efektif
mengakhiri kerja
sama Tiongkok dengan Jermansebelumnya.
Invasi Jepang ke
Uni Soviet dan Mongolia (1938)
Di
Eropa, Jerman dan Italia semakin keras. Pada bulan Maret 1938, Jerman menganeksasi Austria, lagi-lagi mendapat sedikit perhatiandari kekuatan-kekuatan Eropa lainnya. Semakin tertantang, Hitler
mulai menegaskan klaim Jerman atas Sudetenland, wilayah Cekoslowakia yang didominasi oleh etnis Jerman; dan Prancis dan Britania segera
memberikan wilayah ini ke Jerman melalui Perjanjian Munich, yang dibuat melawan keinginan
pemerintah Cekoslowakia, dengan imbalan janji tidak meminta wilayah lagi.
Bulan
Agustus 1939, Jerman dan Uni Soviet menandatangani Pakta
Molotov–Ribbentrop, sebuah perjanjian non-agresi
dengan satu protokol rahasia. Setiap pihak memberikan haknya satu sama lain,
"andai terjadi penyusunan wilayah dan politik," terhadap
"cakupan pengaruh" (antara Polandia dan Lituania untuk Jerman, dan Polandia timur, Finlandia, Estonia, Latvia, dan Bessarabia untuk Uni Soviet). Pakta ini juga memunculkan
pertanyaan tentang keberlangsungan kemerdekaan Polandia.

Komentar
Posting Komentar