PERANG DUNIA 1
PERANG DUNIA 1
Nama :
Rachma Aulia
Kelas :
2KA26
NPM :
14117811
Perang Dunia I (PD1)
adalah
sebuah perang global terpusat
di Eropa yang dimulai pada tanggal 28 Juli 1914
sampai 11 November 1918. Perang ini sering disebut Perang Dunia atau Perang
Besar sejak terjadi sampai dimulainya Perang Dunia IIpada tahun 1939, dan Perang
Dunia Pertama atau Perang Dunia I setelah itu. Perang ini melibatkan
semua kekuatan besardunia, yang
terbagi menjadi dua aliansi bertentangan, yaitu Sekutu (berdasarkan Entente Tiga yang terdiri dari Britania Raya, Prancis, dan Rusia) dan Blok Sentral (terpusat pada Aliansi Tiga yang
terdiri dari Jerman, Austria-Hongaria, dan Italia; namun saat Austria-Hongaria melakukan serangan
sementara persekutuan ini bersifat defensif, Italia tidak ikut berperang). Kedua aliansi ini melakukan
reorganisasi (Italia berada di pihak Sekutu) dan memperluas diri saat banyak
negara ikut serta dalam perang. Lebih dari 70 juta tentara militer,
termasuk 60 juta orang Eropa, dimobilisasi dalam salah satu perang terbesar
dalam sejarah.
Penyebab
jangka panjang perang ini mencakup kebijakan luar negeri imperialis kekuatan besar Eropa,
termasuk Kekaisaran Jerman, Kekaisaran
Austria-Hongaria, Kesultanan
Utsmaniyah, Kekaisaran Rusia, Imperium Britania, Republik Prancis, dan Italia. Pembunuhan tanggal 28 Juni 1914 terhadap Adipati Agung Franz
Ferdinand dari Austria, pewaris tahta Austria-Hongaria, oleh seorang nasionalis Yugoslavia di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina adalah
pencetus perang ini. Pembunuhan tersebut berujung pada ultimatum Habsburg terhadap Kerajaan Serbia.
Setelah
pawai Jerman di Paris tersendat, Front
Barat melakukan pertempuran atrisi statis dengan jalur parit yang mengubah sedikit suasana sampai tahun 1917.
Di Timur, angkatan darat
Rusia berhasil mengalahkan pasukan Kesultanan Utsmaniyah, namun dipaksa mundur
dari Prusia Timur dan Polandia oleh angkatan darat Jerman.
Front lainnya dibuka setelah Kesultanan Utsmaniyah ikut serta dalam perang
tahun 1914, Italia dan Bulgaria tahun 1915, dan Rumania tahun 1916. Kekaisaran
Rusia runtuh bulan Maret
1917, dan Rusia menarik diri dari perang setelah Revolusi Oktober pada akhir tahun itu. Setelah
serangan Jerman di sepanjang front barat tahun 1918, Sekutu memaksa pasukan
Jerman mundur dalam serangkaian serangan yang sukses dan pasukan Amerika Serikat mulai memasuki parit.
NAMA
Di Kanada, Maclean's Magazine pada bulan Oktober
1914 menuliskan, "Sejumlah perang diberi dan dinamakannya sendiri. Perang
ini namanya Perang Besar."[16] Sejarah
asal usul dan bulan-bulan pertama perang diterbitkan di New York pada akhir
1914 dengan judul The World War (Perang Dunia).[17] Selama
periode antarperang, perang ini lebih sering disebut Perang Dunia dan Perang
Besar di negara-negara berbahasa Inggris.
Setelah pecahnya Perang Dunia Kedua tahun 1939, istilah Perang
Dunia I atau Perang Dunia Pertama menjadi standar,
dengan sejarawan Britania dan Kanada yang lebih suka Perang Dunia
Pertama, dan Amerika Perang Dunia I. Kedua istilah ini juga
dipakai selama periode antarperang. Frasa "Perang Dunia Pertama"
pertama dipakai bulan September 1914 oleh filsuf Jerman Ernest Haeckel, yang
mengklaim bahwa "tidak ada keraguan bahwa alur dan tokoh 'Perang Eropa'
yang dikhawatirkan ... akan menjadi perang dunia pertama dalam arti sepenuhnya.
Latar Belakang
Pada
abad ke-19, kekuatan-kekuatan besar Eropa berupaya keras mempertahankan keseimbangan kekuatandi seluruh Eropa,
sehingga pada tahun 1900 memunculkan jaringan aliansi politik dan militer yang
kompleks di benua ini. Berawal tahun 1815 dengan Aliansi Suci antara Prusia, Rusia, dan Austria. Kemudian, pada Oktober 1873,
Kanselir Jerman Otto von Bismarck menegosiasikan Liga Tiga Kaisar (Jerman: Dreikaiserbund)
antara monarki Austria-Hongaria, Rusia, dan Jerman. Perjanjian ini gagal karena
Austria-Hongaria dan Rusia tidak sepakat mengenai kebijakan Balkan, sehingga
meninggalkan Jerman dan Austria-Hongaria dalam satu aliansi yang dibentuk tahun
1879 bernama Aliansi Dua.
Setelah
1870, konflik Eropa terhindar melalui jaringan perjanjian yang direncanakan
secara hati-hati antara Kekaisaran Jerman dan seluruh Eropa yang dirancang oleh
Bismarck. Ia berupaya menahan Rusia agar tetap di pihak Jerman untuk
menghindari perang dua front dengan Prancis dan Rusia. Ketika Wilhelm II naik tahta
sebagai Kaisar Jerman (Kaiser),
Bismarck terpaksa pensiun dan sistem aliansinya perlahan dihapus. Misalnya,
Kaiser menolak memperbarui Perjanjian Reasuransi dengan Rusia pada tahun 1890. Dua tahun
kemudian, Aliansi Prancis-Rusiaditandatangani untuk melawan kekuatan Aliansi
Tiga.
Sejak
pertengahan 1890-an sampai seterusnya, pemerintahan Wilhelm II memakai basis
industri ini untuk memanfaatkan sumber daya ekonomi dalam jumlah besar untuk
membangun Kaiserliche Marine (Angkatan Laut
Kekaisaran Jerman), yang dibentuk oleh Laksamana Alfred von Tirpitz, untuk
menyaingi Angkatan Laut
Kerajaan Britania Raya untuk supremasi laut dunia. Hasilnya,
setiap negara berusaha mengalahkan negara lain dalam hal kapal
modal. Dengan peluncuran HMS Dreadnought tahun 1906,
Imperium Britania memperluas keunggulannya terhadap pesaingnya, Jerman
Austria-Hongaria
mengawali krisis Bosnia 1908–1909 dengan menganeksasi
secara resmi bekas teritori Utsmaniyah di Bosnia dan Herzegovina, yang telah diduduki sejak 1878. Peristiwa ini
membuat Kerajaan Serbia dan
pelindungnya, Kekaisaran Rusia yang Pan-Slavik dan Ortodoks berang. Manuver
politik Rusia di kawasan ini mendestabilisasi perjanjian damai yang sudah
memecah belah apa yang disebut sebagai "tong
mesiu Eropa"
.
Kebingungan Blok Sentral
Strategi
Blok Sentral mengalami miskomunikasi. Jerman telah berjanji mendukung invasi
Austria-Hongaria ke Serbia, namun penafsiran maksudnya berbeda. Rencana
penempatan pasukan yang sebelumnya diuji telah diganti pada awal 1914, namun
penggantian tersebut tidak pernah diuji dalam latihan. Para pemimpin
Austria-Hongaria yakin Jerman akan melindungi perbatasan utaranya dari serbuan
Rusia. Meski begitu, Jerman mengharapkan Austria-Hongaria mengarahkan
sebagian besar tentaranya ke Rusia, sementara Jerman menangani Prancis.
Kebingungan ini mendorong Angkatan
Darat Austria-Hongaria membagi pasukannya antara front Rusia dan Serbia.
Kampanye Afrika
Sejumlah
pertempuran pertama dalam perang melibatkan kekuatan kolonial Britania,
Prancis, dan Jerman di Afrika. Tanggal 7 Agustus, tentara Prancis dan Britania
menyerbu protektorat Togoland Jerman. Tanggal 10 Agustus,
pasukan Jerman di Afrika Barat
Dayamenyerang Afrika Selatan; pertempuran sporadis dan sengit berlanjut
sampai akhir perang. Pasukan kolonial Jerman di Afrika Timur Jerman, dipimpin
Kolonel Paul Emil von Lettow-Vorbeck, melakukan
kampanye peperangan gerilya selama Perang Dunia I dan baru menyerah dua
minggu setelah gencatan senjata diberlakukan di Eropa.
Austria
menyerbu dan memerangi pasukan Serbia pada Pertempuran Cer dan Pertempuran
Kolubara yang dimulai tanggal 12 Agustus. Sampai dua minggu
berikutnya, serangan Austria dipatahkan dengan kerugian besar, yang menandakan
kemenangan besar pertama Sekutu dalam perang ini dan memupuskan harapan
Austria-Hongaria akan kemenangan mulus. Akibatnya, Austria harus menempatkan
pasukan yang memadai di front Serbia, sehingga melemahkan upayanya membuka
perang dengan Rusia.
Asia dan Pasifik
Selandia
Baru menduduki Samoa Jerman (kemudian Samoa Barat) pada
tanggal 30 Agustus 1914. Tanggal 11 September, Pasukan Ekspedisi Laut dan Militer Australia mendarat di
pulau Neu Pommern (kemudian
Britania Baru), yang merupakan wilayah Nugini Jerman. Tanggal 28 Oktober, kapal
jelajah SMS Emden menenggelamkan kapal jelajah Jerman Zhemchug pada Pertempuran Penang. Jepang merebut koloni Mikronesia Jerman dan,
setelah Pengepungan
Tsingtao, pelabuhan batu bara Jerman di Qingdao di semenanjung Shandong, Cina
erman
memperkenalkan gas beracun; teknik ini kelak dipakai oleh
kedua pihak, meski tidak pernah terbukti menentukan dalam memenangkan suatu
pertempuran. Dampaknya sangat sadis, menyebabkan kematian yang lama dan
menyakitkan, dan gas beracun menjadi salah satu hal terburuk yang paling
ditakuti dan diingat dalam perang ini. Komandan di kedua sisi gagal
mengembangkan taktik mematahkan posisi parit dengan tanpa kerugian besar.
Sementara itu, teknologi mulai menciptakan senjata-senjata ofensif baru,
seperti tank.
Kedua
sisi mencoba memecah kebuntuan menggunakan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Pada tanggal 22 April 1915 pada Pertempuran
Ypres Kedua, Jerman (melanggar Konvensi Den Haag) memakai gas klorin untuk pertama kalinya di Front Barat.
Tentara Aljazair mundur ketika digas sehingga terbentuk celah sepanjang enam
kilometer (empat mil) terbuka di lini Sekutu yang segera dimanfaatkan Jerman,
mengadakan Pertempuran Kitchener's Wood, sebelum ditutup
oleh tentara Kanada
Kelanjutan
peperangan parit (1916–1917)
Kedua sisi tidak mampu memberi pukulan menentukan
selama dua tahun berikutnya. Sekitar 1,1 sampai 1,2 juta tentara pasukan
Britania dan jajahannya berada di Front Barat pada satu waktu. Sepanjang
1915–17, Imperium Britania dan Prancis mengalami lebih banyak korban daripada
Jerman, karena sikap strategi dan taktik yang dipilih oleh sisinya. Secara
strategis, saat Jerman hanya melakukan satu serangan tunggal di Verdun, Sekutu melakukan
banyak upaya untuk mematahkan lini Jerman.
Pada tanggal 1
Juli 1916, Angkatan Darat Britania
Raya mengalami hari paling mematikan dalam sejarahnya, dengan
korban 57.470 jiwa, termasuk 19.240 gugur, pada hari pertama Pertempuran Somme. Kebanyakan korban jatuh pada satu jam
pertama serangan. Seluruh serangan Somme melibatkan setengah juta prajurit
Angkatan Darat Britania.


Komentar
Posting Komentar