PENGARUH GAME ONLINE PUBG TERHADAP ANAK DAN ORANG DEWASA

PENGARUH GAME ONLINE PUBG TERHADAP ANAK DAN ORANG DEWASA











Nama               : Rachma Aulia
Kelas               : 2KA26

NPM               : 14117811



























Asal mula game PUBG hadir di aplikasi mobile





Battle Royale adalah permainan di mana kalian diterjunkan di satu map yang berisi 100 pemain dan diharuskan untuk saling membunuh menjadi the last one standing alias pemain terakhir yang masih hidup. Setelah diterjunkan dengan parasut kalian harus mencari equipment seperti senjata, baju anti peluru, dan obat penyembuh. Setiap saat kalian bisa bertemu musuh dan di sanalah kalian harus saling bunuh untuk bertahan hidup. Permainan ini bisa dimainkan secara tim ataupun solo.
Game Battle Royale pertama sebenarnya hanya mod dari game DayZ yang berjudul Survivor Game Z yang rilis di tahun 2013. Konsepnya mengikuti The Hunger Games di mana sekelompok pemain muncul membuat lingkaran dan di tengah-tengahnya ada tas, makanan, dan senjata dan pemain saling berebut.

Brendan Greene dengan nickname Player Unknown yang berasal dari Irlandia melihat mod ini dan tertarik dengan idenya. Kemudian dia membuat mod di game Arma 2 dengan nama DayZ Cherno dan kemudian setelah game Arma 3 keluar Greene membuat mod bernama Player unknown Battle Royale. Greene juga sempat membuat mod lain berjudul Iron Front Battle Royale dengan setting perang dunia 2.

Setelah mod Arma 3, Greene alias Player Unknown melisensikan Player unknown Battle Royale ke perusahaan game Daybreak dan membuat stand alone games alias game yang berdiri sendiri berjudul H1Z1: King of The kill yang rilis Januari tahun 2015. Inilah game Battle Royale pertama dan mencapai kesuksesan. Setelah itu Greene menerima email dari Chang Han Kim produser dari Blue Hole Studio perusahaan game dari Korea Selatan yang mengajaknya bekerjasama untuk membuat Player Unknown Battleground alias PUBG, Greene berambisi untuk menciptakan game Battle Royale yang sesungguhnya di game PUBG dan akhirnya game ini memasuki tahap early access, beta version mulai dari bulan Maret tahun 2017 dan mencapai full version di bulan Desember 2017. Hasilnya seperti kalian lihat game terlaris sepanjang masa melewati game Minecraft. 


Games PUBG ini ternyata ada Dampak Negatif dan Positif

Dampak Positif terdiri dari 3 yaitu :

1. TEAM WORK 

Dalam permainan ini dibutuhkan kerjasama tim yang baik, bagaimana langkah yang akan dilalui sebuah team untuk memenangkan permainan. Selain itu, sebuah tim harus saling memperhatikan anggotanya jika anggota butuh bantuan senjata, medis, atau sedang dikepung lawan. Jika masing-masing anggota tim tidak bekerjasama dengan baik, jangan harap kamu bisa mendapat predikat "chicken dinner" karena musuh akan ada dimana-mana. Dan sudah dilengkapi dengan voice agar kita bisa mendengarkan team kita meminta bantuan oleh kita sendiri

2. SURVIVE

bertahan bahkan dalam keadaan darurat. Jadi di game ini kita bertarung untuk memperoleh kemenangan. Nah, bertahan dalam situasi yang buruk itu bukan hal yang gampang. Dengan game ini kamu akan diajarkan untuk bertahan saat keadaan benar-benar sekarat. Kebayang gak kamu sudah ditembak dan kritis tetapi kamu tidak punya daya untuk mengobati luka?
Survive  bisa pelajari hal ini dalam situasi yang di alami. Baik di dunia pekerjaan, pendidikan, dan di masyarakat.

3. STRATEGY PLANNING.

Sebelum memulai perang sudah pasti dibutuhkan strategi yang mantap. Perencanaan strategi sangat dibutuhkan di dalam game ini. Barang apa yang kamu butuhkan untuk menyerang dan bertahan. Tanpa strategi yang baik akan sia-sia perjuangan yang di lakukan. Nah kalau di permainan saja kamu bisa menjadi strategy planing yang baik, pastikan di kehidupan sehari-hari kamu dapat menerapkannya. Di kantor misalnya, di sekolah, di rumah dan di mana saja kamu berada.

Dampak Negatif terdiri dari 3 yaitu :

1. KEASIKAN BERMAIN HINGGA LUPA WAKTU

Terlalu asyik bertarung dalam permainan ini membuat pemain lupa waktu. Sekali pertempuran bisa memakan waktu minimal 25 menit. Bayangkan jika bermain sampai 3 kali pertarungan, bisa menghabiskan waktu satu jam lebih. Bagi orang tua hal ini akan meresahkan karena anak-anak akan cenderung lupa waktu untuk belajar. Bagi para pekerja hal ini akan memengaruhi hasil kerja mereka, kebanyakan bermain akan membuat pekerja kurang fokus akan pekerjaannya.

2. MINIMNYA INTERAKSI DENGAN NYATA.

Kebanyakan bergaul di dunia virtual membuat waktu untuk berinteraksi dengan manusia di dunia nyata sangat minim. Kebiasaan ini menciptakan manusia yang kurang peka terhadap keadaan sekitar, bahkan menjadi manusia yang tidak peduli. Tentu saja ini membahayakan bagi perkembangan sosial seseorang.

3. KERUSAKKAN MATA

Keseringan bermain dan menatap layar gadget sangat berpengaruh terhadap kesehatan mata. Dari beberapa nilai positif dan negatif dari sebuah game PUBG, tetap pengawasan orang tua sangat dibutuhkan dalam perkembangan anak. Untuk orang dewasa, manage diri dan waktu juga diperlukan agar tidak kecanduan sebuah game. Seimbangkan waktu bekerja, istirahat, dan refreshing. 

Banyak sekali orang kecanduan dari bermain PUBG dari dampak negatif sendiri, rata-rata orang bermain PUBG bisa mengabiskan waktunya lebih dari 2jam, mereka bisa bermain dari siang sampai malam. Mudahnya mengakses layanan internet membawa kita pada banyak perubahan, termasuk hadirnya sejumlah hiburan dan aktifitas lainnya yang berbasis online. Ada banyak aktifitas online yang kerap dilakukan di sela-sela kesibukan, salah satunya adalah bermain game online. Tingginya minat masyarakat akan permainan yang satu ini jelas menjadi angin segar bagi perusahaan penyedia game online, sehingga wajar saja jika sebagian perusahaan ini begitu gencar untuk merebut pasar yang ada, yakni dengan rajin mengeluarkan berbagai seri game terbaru ke pasaran.

Penyebab kecanudan dari Game online PUBG adalah :


1. SELALU BERKEMBANG DAN TIDAK ADA HABISNYA

Jika belasan tahun lalu game diprogram dengan menggunakan tingkatan (level) tertentu yang akan habis dan membuat game berakhir ketika gamer bisa mencapai level tertinggi, maka saat ini justru berbeda. Kebanyakan game terus berkembang dan memiliki banyak fitur di dalamnya, sehingga tidak pernah selesai. Pengembang pada umumnya akan menghadirkan berbagai fitur baru, seperti: karakter, senjata, dan yang lainnya yang akan membuat para gamer terus penasaran untuk bermain dan bermain lagi tanpa ada habisnya.

2. KOMPETISI YANG BERAGAM DENGAN HADIAH YANG MENJANJIKKAN

Tingginya minat akan game membuat berbagai komunitas termasuk pengembang begitu antusias untuk menggelar berbagai kompetisi. Tak hanya dalam skala kecil, berbagai kompetisi ini bahkan sering hadir dalam skala yang luas dan mendunia. Bukan hanya itu saja, sejumlah hadiah yang besar juga biasanya akan dihadirkan untuk meramaikan kompetisi-kompetisi ini.

3. EMOSI YANG BERAGAM

Berbagai tantangan di dalam game tentu akan menimbulkan berbagai bentuk emosi bagi para gamer yang memainkannya. Rasa tegang, cemas, marah, atau bahkan bahagia bisa saja muncul. Dalam beberapa kondisi berbagai perasaan ini bisa saja mempengaruhi kehidupan para gamer, sehingga kondisi emosi justru tidak stabil.


Lalu supaya kita dapat mencegah anak dari games PUBG yang sekarang seluruh dunia bermain tidak hanya anak-anak saja tapi orang dewasa pun juga bermain PUBG.

1. MILIKI NIAT MASUK BERUBAH DAN MULAI TATA KEMBALI AKTIFITAS HARIAN

 Tingginya durasi bermain game bisa saja mengganggu berbagai aktifitas harian lainnya. penting untuk menyadari hal ini dengan baik sejak awal, sehingga proses mengatasi kecanduan bermain game ini akan menjadi lebih mudah dan cepat.
Miliki niat yang besar untuk berubah, dan mulailah menata kembali berbagai aktifitas harian yang selama ini terganggu akibat kecanduan game ini.

2. BATASI PENGGUNAAN SMARTPHONE, TERUTAMA DI SAAT ISTIRAHAT

Smartphone menjadi salah satu media yang paling banyak digunakan untuk mengakses permainan game, maka mulailah mengurangi aktifitas dengan perangkat yang satu ini. Batasi penggunaan smartphone di dalam aktifitas harian, terutama di saat-saat jam istirahat yang pada umumnya selalu digunakan untuk mengakses permainan game.

3. LAKUKAN PERUBAHAN SECARA BERTAHAP

Jangan melakukan perubahan secara ekstrim, sebab hal ini hanya memiliki tingkat keberhasilan yang rendah. Hal ini juga berlaku di dalam kecanduan permainan game, terutama bagi yang telah kecanduan.
Lakukan perubahan secara bertahap dengan mengurangi durasi bermain game per harinya. Misalnya dengan mengurangi 10 hingga 15 menit per hari, lalu ditingkatkan menjadi 15 hingga 20 menit keesokan harinya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

ISACA, IIA, COSO, DAN ISO 1799- AUDIT SISTEM INFORMASI

MANAJEMEN LAYANAN INDOMARET

NARASI TENTANG DIRI SENDIRI