MERAWAT BUMI AGAR RAMAH LINGKUNGAN ALAM

MERAWAT BUMI AGAR RAMAH LINGKUNGAN ALAM




Nama               : Rachma Aulia
Kelas               : 2KA26
NPM               : 14117811











Sekarang Alam sudah mulai waspada, karena banyak sekali sampah-sampah plastik yang memenuhi lautan, serta makhluk hidup didalam laut akan punah jika terus menerus populasi plastik dilaut meningkat, kita harus menjaga dan melestarikan laut, dan tidak hanya laut saja kebakaran hutan juga semakin banyak serta mengakibatkan pemanasan globalisasi, maka dari itu kita sebagai manusia harus sama-sama merawat alam kita

Bumi adalah salah satu ciptaan Tuhan yang sangat Indah. Bumi merupakan suatu tempat dimana banyak dihuni oleh berbagai macam Mahkluk hidup seperti Manusia, Hewan dan juga Tumbuhan. Berdasarkan perkembangan Tehknologi yang semakin pesat didunia, Banyak dari antara mereka dengan hasil ciptaan yang sangat canggih tidaklah selalu memiliki keuntungan sepenuhnya. Dalam dunia Teknologi, Secara Manusiawi memiliki banyak keunggulan serta keuntungan.
Untuk melestarikan kesehatan lingkungan, Teknologi ramah lingkungan adalah sistem yang sangat berkaitan dengan pelestarian lingkungan dalam menjaga lingkungan agar tetap Hijau dan Bersih. Penggunaan teknologi yang ramah lingkungan akan memberi dampak yang sangat baik Seperti rasa Nyaman bagi banyak Mahkluk hidup terutama pada Manusia.

Bumi yang Asri adalah dambaan bagi banyak orang. Dengan adanya rasa sadar diri, Kebersihan lingkungan dengan cara baik dan benar merupakan sumber kebahagiaan. Jika lingkungan alam bersih, maka banyak orang akan merasa nyaman terhadap lingkungannya.



Dengan merawatnya kita menggunakan ke 5 fungsi alat tersebut

1. BIOGAS

Ini merupakan Gas yang sangat mudah terbakar maupun dibakar yang dikembangkan dari proses Fermentasi dari Bakteri-bakteri yang ditimbulkan oleh sampah-sampah Organik. Biogas yang digunakan dapat berfungsi sebagai bahan bakar Elpiji sehingga dapat digunakan untuk tenaga pembangkit listrik walaupun dalam jangka waktu yang lama.


2. BIOUFEL

Ini adalah cairan yang berasal dari biomassa, terutama dari bahan nabati. Bentuk biofuel yang paling populer adalah biodiesel dan bioetanol. Banyak orang melihat biofuel sebagai pengganti sempurna untuk bahan bakar fosil, karena biofuel lebih ramah lingkungan daripada bahan bakar fosil.


3. MOBIL TENAGA SURYA

Pada umumnya, mobil dapat berjalan karena bantuan dari tenaga mesin serta dengan pengemudi untuk mengatur jalannya Mobil. Sangat beda dengan Mobil bertenaga Surya, Untuk menghemat Uang karena harga BBM yang cukup mahal, Mobil yang dapat berjalan dengan bantuan tenaga Surya sangat berguna selain pengganti BBM juga sangat ramah lingkungan.

4. SUMUR SERAPAN

Sumur yang kita kenal pada umumnya adalah sumber air yang berasal dari mata air. Akan tetapi, Sumur serapan adalah sumur buatan yang biasanya dapat ditemukan pada daerah pertanian seperti Sawah. Sumur serapan ini berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan dengan mempermudah proses pertanian.

5. KOMPOR TENAGA SURYA

Untuk memasak, Kompor adalah alat yang secara umum telah dikenal dan telah digunakan oleh banyak Manusia. Ini biasanya dengan menggunakan minyak maupun gas, Lain hal dengan ciptaan terbaru yaitu Kompor bertenaga surya. Untuk menggunakannya, ini hanya memerlukan tenaga surya.


Mencegah bumi dari plastik

PENCEMARAN lingkungan akibat sampah plastik saat ini sudah pada batas yang sangat mengkhawatirkan. Lihatlah pesisir pantai di dunia, termasuk Indonesia, sampah plastik yang dibuang manusia dari daratan menumpuk dan mengotori laut. Tidak sulit menemukan tumpukan sampah plastik, mulai dari botol minuman, kantong plastik, kemasan makanan atau sedotan minuman yang memenuhi bibir pantai.

Sampah plastik yang tidak diolah atau didaur ulang ini tak jarang menjerat satwa liar dengan akibat yang sangat mematikan. Kita masih ingat kejadian pada November 2018 ketika seekor paus sperma (Physeter macrocephalus) terdampar di sekitar Pulau Kapota, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Saat ini diperkirakan 100 juta ton plastik ditemukan di lautan dunia, sebanyak 90% berasal dari sumber di darat. Berangkat dari kesadaran untuk menyelamatkan lingkungan dari sampah plastic

Pemerintah dari 187 negara sepakat untuk menambahkan plastik ke Konvensi Basel, sebuah perjanjian yang mengatur perpindahan bahan berbahaya dari satu negara ke negara lain. Tujuannya untuk memerangi dampak berbahaya dari polusi plastik di seluruh dunia.

Dalam laporan beberapa waktu lalu, Ocean Conservancy menyebutkan ada lima negara di dunia yang paling berkontribusi untuk krisis sampah di lautan. Negara tersebut berada di Asia, yaitu China, Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Tidak tanggung-tanggung sampah yang "dikirim" oleh negara ini mencapai 60% dari seluruh sampah plastik yang masuk lautan di seluruh dunia.

Kita sebagai manusia harus sadar dengan keadaan bumi kita, semakin bumi kita ini kotor karena plastik semakin kita juga mudah untuk diserang penyakit, tidak hanya itu penyakit yang ada pada di diri kita sendiri adalah datang nya pada diri kita sendiri, jangan menyalahkan bumi jika tidak ingin sakit, tapi kita harus sadar bahwa kita lah yang membuat kerugian pada badan kita sendiri.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ISACA, IIA, COSO, DAN ISO 1799- AUDIT SISTEM INFORMASI

MANAJEMEN LAYANAN INDOMARET

NARASI TENTANG DIRI SENDIRI