MACAM-MACAM MASAKKAN NUSANTARA DI INDOSENSIA
MACAM-MACAM MASAKKAN NUSANTARA DI INDOSENSIA
Nama : Rachma Aulia
Kelas : 2KA26
NPM : 14117811
SEJARAH KULINER
NUSANTARA, MEMANJA LIDAH BERABAD LAMANYA
Indonesia awalnya
dikenal sebagai negeri penghasil rempah yang berlimpah. Dari bumbu berdasar
rempah inilah, banyak masakan khas asli Indonesia yang tercipta. Bukan itu
saja. Interaksi perdagangan dengan negeri luar Indonesia, menciptakan
persilangan jenis masakan yang juga memperkaya selera.
Hingga kini, dikenal banyak masakan Indonesia yang
mendunia. Dari rendang, nasi goreng, hingga sate telah banyak memanjakan para
penikmat dan pencari kepuasan selera. Dan inilah sebagian masakan Nusantara
dengan kisah perkembangannya di Indonesia. \
RENDANG
Dalam sebuah ulasan
dari seorang sejarawan Universitas Andalas Padang, Gusti Anan, konon rendang
diawali oleh kebiasaan masyarakat Minang bepergian lewat jalur air ke Selat
Malaka hingga Singapura di sekitar abad 16. Perjalanan yang butuh waktu lama
itu membuat para perantau harus menyiapkan makanan tahan lama karena tidak ada
perkampungan yang bisa disinggahi sebelum sampai tujuan. Rendang sendiri
disebut berasal dari kata merandang yang berarti memasak
santan hingga kering secara perlahan. Hal inilah yang dianggap sebagai salah
satu ciri khas yang sesuai untuk menjelaskan asal mula rendang.
Referensi lain
menyebutkan bahwa rendang awalnya dipengaruhi dengan kedatangan pedagang dari
India ke daerah Minang di sekitar abad 15.
NASI GORENG
Sebenarnya masakan ini
adalah masakan yang sangat banyak variasinya di berbagai belahan dunia. Namun
di Indonesia memang dikenal punya ciri khas tersendiri. Utamanya, karena
tambahan bumbu rempah khas Indonesia. Dari berbagai literatur, disebut nasi goreng
awalnya diolah masyarakat Tiongkok sejak 4000 SM. Mereka punya pantangan makan
masakan yang sudah dingin. Di sisi lain, mereka juga pantang membuang makanan.
Maka, sisa nasi yang sudah dingin kemudian diolah kembali dengan tambahan aneka
bumbu.
Masyarakat perantau
Tiongkok kemudian banyak berinteraksi dengan masyarakat Nusantara ketika
berdagang dengan kita. Menu nasi goreng yang awalnya banyak dicampur dengan
bahan daging babi, lalu disesuaikan dengan kondisi setempat.
SOTO
Dari salah satu sumber
menyebutkan bahwa asal mula Soto adalah dari daerah Tamil India, yang
penduduknya sebagian harus menyingkir akibat peperangan sekitar 2200 tahun
silam. Mereka lantas sampai ke Nusantara dan salah satunya membawa makanan
berbahan kari. Salah satu jenis makanan itu bernama Sothi. Awalnya sothi hanya
berisi sayuran karena penduduk India yang beragama Hindu tidak makan sapi.
Model masakan kari inilah yang kemudian disesuaikan dengan lidah Nusantara,
sehingga kini dikenal berbagai macam soto, mulai dari Soto Madura, Sroto
Banyumas, Coto Makassar, dan berbagai jenis variasi lainnya.
GUDEG
Makanan khas dari
Yogyakarta ini konon dibuat pada saat Kerajaan Mataram Islam dibangun di Hutan
Mentaok, Kotagede Yogyakarta sekitar tahun 1500-an. Saat itu, banyak pohon nangka,
kelapa, dan melinjo yang ditebang. Karena banyak buahnya, membuat para pekerja
berinisiatif membuat masakan dari hasil pepohonan itu. Saking banyaknya bahan,
untuk mengolah harus diaduk dengan alat seperti dayung. Proses mengaduk
ini—dalam bahasa Jawa disebut sebagai hangudeg—yang kemudian
membuat masakan ini dikenal sebagai gudeg. Seiring perkembangan zaman, gudeg
yang awalnya berkuah, kini juga diolah dan dibuat lebih kering sehingga tahan
lebih lama.
SATE
Ada berbagai versi yang
menyebut sejarah dari mana sate berasal. Beberapa ada yang mengatakan berasal
dari pedagang Arab, India, dan juga Tiongkok. Dari sekian banyak versi itu,
disebutkan bahwa sate banyak berkembang di Jawa dan Madura. Dari sanalah sate
kemudian menyebar ke berbagai daerah dengan model pengembangan bumbu
masing-masing. Beberapa di antaranya adalah Sate Maranggi dan Sate
Padang.

Komentar
Posting Komentar