KERUSAKKAN TANAH

KERUSAKKAN TANAH




Nama               : Rachma Aulia
Kelas               : 2KA26
NPM               14117811



KERUSAKKAN TANAH


Semakin berjalannya waktu, kondisi Bumi semakin tua. Hal ini akan menambah kerapuhan elemen- elemen yang ada di Bumi, termasuk juga tanah. Selain itu, aktivitas yang dilakukan oleh manusia dalam kehidupan sehari- hari juga mempengaruhi keadaan tanah. Kandungan tanah yang terdiri atas 50% bahan padat (45% bahan- bahan mineral dan 5% bahan organic), 25% air, serta 25% udara ini apabila jumlah komposisinya tidak seimbang maka akan menyebabkan kualitas tanah menjadi turun dan semakin lama akan sampai ke arah kerusakan tanah.


JENIS-JENIS KERUSAKKAN TANAH


Perlu kita ketahui bersama bahwa kerusakan yang terjadi pada tanah ini jenisnya ada bermacam- macam. Karena kerusakan yang bermacam- macam ini pula maka terlihat kondisi tanah yang berbeda- beda pula. Mengenai beberapa jenis kerusakan pada tanah, adalah sebagai berikut:

1. Erosi Tanah

Jenis kerusakan yang terjadi pada tanah yang pertama kita sebut sebagai erosi tanah .Erosi tanah merupakan peristiwa terangkatnya bagian- bagian tanah, terutama lapisan teratas pada tanah dan diendapkan ke tempat lain. Erosi tanah ini dibagi menjadi beberapa jenis. Jenis- jenis dari erosi tanah antara lain sebagai berikut:

A. Ablasi
blasi merupakan erosi tanah yang dilakukan oleh tenaga air. Jadi tanah terkikis akibat adanya aliran air. Peristiwa ablasi ini sering terjadi di daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi. 

 B.  Deflasi
Deflasi disebut juga dengan Korasi. Deflasi Atau korasi ini merupakan peristiwa erosi tanah yang disebabkan karena angin. Tiupan angin yang terlalu kencang akan mampu mengangkat partikel- partikel tanah sehingga terjadilah erosi.

C. Eksarasi
Jenis erosi tanah yang selanjutnya adalah eksarasi. Eksarasi merupakan erosi tanah yang disebabkan oleh gletser. Gletser sendiri merupakan kikisan dari massa salju yang bergerak menuruni lereng. Gletser ini ada di daerah yang bersalju.

D. Abrasi
Asbrasi merupakan erosi tanah yang disebabkan karena kekuatan gelombang laut. Dari beberapa jenis erosi tanah, mungkin abrasi adalah yang paling sering kita dengar. Hal ini karena Indonesia mempunyai banyak sekali laut maka gelombang- gelombang laut banyak yang menyebabkan pengikisan pada tanah. 

2. Lahan Kritis
Selain erosi tanah, bentuk kerusakan tanah yang lainnya adalah lahan kritis. Seperti namanya yakni “kritis” maka keadaan ini pun mencerminkan keadaan tanah yang sangat buruk. Yang dimaksud dengan lahan kritis adalah kondisi tanah yang telah kehilangan kesuburannya

A. Kerusakan Hutan
Penyebab lahan kritis yang pertama adalah karena kerusakan hutan. Manusia mempunyai banyak sekali aktivitas yang dapat mengakibatkan kerusakan hutan. Hal ini karena manusia mengambil manfaat hutan yang terkadang sampai tidak terkendali. Apabila pemanfaatan hutan tidak dibarengi dengan upaya pelestarian hutan maka akan mengakibatkan kerusakan pada hutan.

B. Kegiatan Perkembangan
Penyebab lahan kritis yang selanjutnya adalah kegiatan pertambambangan. Barang tambang kita peroleh dengan menggali tanah, maka apabila tidak hati- hati akan mengakibatkan lahan kritis. Pengambilan barang tambang yang tidak disertai dengan pengelolaan lingkungan akan mengakibatkan kerusakan tanah, salah satunya adalah lahan kritis.

3. Pencemaran Tanah

Jenis kerusakan tanah yang selanjutnya adalah pencemaran yang terjadi pada tanah. Pencemaran tanah merupakan gangguan keseimbangan pada tanah yang diakibatkan oleh masuknya polutan hasil kegiatan manusia. Polutan sendiri merupakan bahan atau benda yang menyebabkan pencemaran, baik secara langsung maupun tidak langsung.

A. Limbah Domestik
Limbah domestik merupakan benda atau bahan tidak dipakai yang dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga, baik berupa limbah padat, cair dan juga gas.

B. Limbah Industri
Merupakan limbah yang dihasilkan sebagai akibat kegiatan produksi suatu industri. Sama seperti limbah domestik, limbah industri juga bisa berbentuk cair, padat maupun gas.

C. Limbah Pertanian
Polutan tanah selanjutnya adalah limbah pertanian. Seperti namanya, limbah pertanian merupakan limbah yang dihasilkan dari kegiatan pertanian

UPAYA PENANGGULAN KERUSAKKAN TANAH

Ketika ada kerusakan yang terjadi, maka hal wajib yang harus kita lakukan adalah segera melakukan upaya penanggulangan. Apabila dibiarkan maka kerusakan tanah yang terjadi akan semakin melebar bahkan bertambah parah sehingga dapat merugikan manusia.

DAUR ULANG

Daur ulang ini diperuntukkan bagi sampah- sampah non organik agar dapat mengurangi polutan di tanah. Daur ulang sampah plastik misalnya, dapat diubah mendai berbagai barang yang bermanfaat badi kehidupan sehari- hari. Botol plastik dapat dimanfaatkan kembali untuk membuat berbagai kerajinan tangan, maupun digunakan kembali sebagai pot atau tembat barang. 

MENAMPUNG LIMBAH CAIR

Limbah cair dapat dihasilkan dari kegiatan produksi industri maupun kegiatan rumah tangga. Limbah cair ini tidak boleh langsung di buang ke tanah karena sangat berbahaya dan juga akan menimbulkan kerusakan pada tanah dalam jangka waktu tertentu. maka dari itu limbah cair haruslah ditampung dan dilakukan proses pengolahan lebih lanjut supaya lebih ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi tanah maupun bagi makhluk hidup yang ada di Bumi.

MENGGANTI BAHAN-BAHAN KIMIA DEGAN BAHAN ORGANIK ATAU ALAMI

Limbah dari bahan- bahan kimia rata- rata mempunyai sifat yang berbahaya. maka dari itu, alangkah lebih amannya apabila kita menggunakan bahan- bahan yang alami sehingga menjadi lebih ramah bagi lingkungan dan juga makhluk hidup. Ada banyak sekali alternatif dari bahan- bahan kimia yang digunakan manusia dalam kehidupan sehari- hari. Kita mulai saja dari bahan bakar misalnya, bahan bakar yang kita gunakan untuk menggerakkan kendaraan kita mempunyai peran yang sangat besar bagi pencemaran udara di dunia.

REHABILTAS KERUSAKKAN SIFAT FISIK TANAH

Upaya penanggulangan kerusakan pada tanah salah satunya adalah rehabilitasi kerusakan sifat fisik pada tanah. Kerusakan sifat fisik tanah pada umumnya diakibatkan oleh memburuknya struktur tanah. Terjadinya kerusakan struktur tanah ini dimulai dengan menurunnya kestabilan agregat tanah. Hal ini diakibatkan oleh kikisan air hujan dan aliran permukaan.

REHABILITAS KERUSAKKAN KIMIA DAN BIOLOGI TANAH
Selain kerusakan sifat fisik, tanah juga dapat mengalami kerusakan kimia dan juga biologi. Kerusakan kimia dan biologi pada tanah ditandai dengan penurunan kandungan bahan organik dan kenaikan kadar asam tanah. Tindakan perbaikan pada tanah ini dilakukan dengan cara pemberian jerami dan zat kapur. 

REMEDIASI PENCEMARAN TANAH
Upaya penanggulangan pencemaran tanah yang lainnya adalah remediasi pencemaran tanah. Kegiatan remediasi ini merupakan upaya atau tindakan yang dilakukan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ISACA, IIA, COSO, DAN ISO 1799- AUDIT SISTEM INFORMASI

MANAJEMEN LAYANAN INDOMARET

NARASI TENTANG DIRI SENDIRI